Jumat, 23 Februari 2018

Banjir Cirebon Timur Lumpuhkan Jalur Kereta Api

E-NewsIndonesia - Banjir yang melanda Kabupaten Cirebon wilayah Timur, diakibatkan karena intensitas hujan yang tinggi dan jebolnya Tanggul Sungai Cisanggarung selain menenggwlamkan ribuan rumah juga melumpuhka  jalur kereta Api

Banjir tersebut merendam beberapa kecamatan seperti Kecamatan Pasaleman, Pabuaran, Losari, Ciledug, dan di Waled.

Dari 6 kecamatan yang terdampak banjir, kata dia, yang paling parah ada di kecamatan Paseleman Desa Cilengkrang dan Cileduh Wetan dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter.

Penyebab banjir ini karena hujan deras yang cukup besar, ditambah di hulunya Wilayah Kuningan yang ada banjir juga, dan juga tanggul-tanggul yang jebol. 
Sementara itu, upaya dari BPBD Kabupaten Cirebon menurutnya, begitu ada kejadian langsung turun kelapangan, kemudian kita koordinasi dengan beberapa pihak, terutama tim evakuasi dan penyelamatan seperti Basarnas, PolAirud, kemudian dengan Kepolisian dan TNI, PMI dan juga berkoordinasi dengan Muspika.

Sementara itu dua jalur kereta api dari arah Cirebon menuju Jawa Timur terendam banjir. Akibatnya jalur tersebut tidak bisa dilewati oleh kereta api.

PT KAI Daop 3 Cirebon menyatakan jalur utara dan selatan itu lumpuh total pada pukul 11.30 WIB.

"Awalnya jalur selatan dulu yang terendam, tepatnya di km 252+5/7 antara Stasiun Ketanggungan, Kabupaten Breber - Stasiun Ciledug, Kabupaten Cirebon," tutur Krisbiyantoro, Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jl Inspeksi, Kota Cirebon, Jumat 24/2-2018.

Ia mengatakan, selanjutnya air merambah jalur utara, tepatnya di antara Stasiun Tanjung, Kabupaten Brebes - Stasiun Losari, Kabupaten Cirebon.

Selain terendam banjir, dua jalur perlintasan KA itu mengalami gogos. Jalur utara yang terendam mencapai 1,1 km dan gogosannya sepanjang 700 meter. Sementara di jalur utara ketinggian air di atas rel kereta api mencapai 13 cm.

Menurut Krisbiyantoro, untuk panjang rel kereta api yang teremdam di jalur utara masih diukur. "Rata-rata gogosannya mencapai 70 cm di bawah bantalan benton," pungkas Krisbiyantoro.

Bukan hanya jalur rel Kereta Api yang terganggu oleh banjir namun tol Pejagan pun tidak luput dari banjir. (E01/Ist)

Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...