Minggu, 21 Januari 2018

Tukang Ojek Kena Tusuk Terkapar Bersimbah Darah

E-News Indonesia - Seorang tukang ojek tergeletak di pinggir sawah bersimbah darah. Pria tersebut diduga korban pembegalan di Ds Cikeusal Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon, Sabtu 20/1-2018.

Korban pertama kali ditemukan oleh Rohmat warga desa Cikuesal Gempol. Rohmat sedang berjalan ke arah Selatan dari Desa Cikeusal tujuan menengok saudaranya.

Melihat ada orang yang tergeletak di pinggir sawah kemudian Rohmat berteriak serta memanggil warga bahwa ada orang dalam pinggir sawah kemudian melaporkan kepada pihak yang berwajib.

"Saya mau ke rumah saudara, tengah jalan saya lihat ada yang tergeletak bersimbah darah. Saya langsung teriak aja panggil warga yang lain," jelas saksi Rohmat

Petugas dari Polsek Gempol tiba di lokasi TKP setelah dihubungi oleh warga setempat. Pukul 20.30 WIB Korban pembegalan dilarikan ke  RS Arjawinagun Cirebon.

Kondisi korban luka karena tusukan di perut sebanyak 2 kali dan mendapat 12 jahitan sedangkan luka di kepala mendapatkan 5 jahitan.

Korban seorang pria bernama Sartina berusia 60 tahun. Beralamat di blok Karang Tengah Desa Karang Wangi Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon.

Peristiwa yang diduga pembegalan itu sedikit menjadi pertanyaan oleh pihak korban. Karena pelaku tidak mengambil motornya.

Sartina menceritakan sebelum peristiwa itu terjadi, dirinya mendapatkan penumpang dari Pasar Jamblang sekitar pukul 18.00 WIB.

"Namun saat perjalanan, tepat di jalur toang (kosong dan sepi, red)  suasana gelap dan penuh rumput alang-alang penumpang tersebut meminta turun. Alasanya ambil uang di celana 30 ribu," jelas Sartina

Tiba-tiba penumpang secara spontan melakukan aksi brutal dengan menusuk bagian perut, kepala dan punggung korban.

Sartina terkapar lemas bersimbah darah. Saat itu tidak ada orang lagi selain pelaku yang melukai dirinya. Namun anehnya pelaku tidak mengambil motor.

Anak kandung korban, Kana (35) mengaku heran dengan kejadian orang tuanya yang ditusuk di tiga bagian tubuh itu. Ia berfikir kalau pasti pelaku akan membawa sepeda motor yang dibawa ayahnya. Tapi, ini justru ditinggalkan begitu saja.

“Bapak (Sartina) pernah cerita selama 10 hari belakangan ini.  Ada dua rekannya tukang ojek yang cekcok rebutan penumpang. Bapak mencoba melerai lalu mengingatkan kepada mereka kalau rezeki sudah ada yang mengatur,” tutur Kana

Ia menduga mungkin ada hubungannya peristiwa ini dengan curhatan bapaknya. Menurut Kana seperti ada indikasi persaingan ojek dan peristiwa yang dialami orang tuanya itu seperti direncanakan.

“Kami awalnya mendapat info bapak kecelakaan namun berkembang jadi pembegalan. Namun yang dibegal apa? motornya masih ada pelaku hanya menusuk bapak. Sepertinya pelaku bikan ingin membegal namun ingin membunuh," tutur Kana

Peristiwa ini masih dalam pendalaman dan penanganan Polsek Gempol Polres Kabupaten Cirebon.(E05)

Utama

Silaturahmi Paslon Sholawat ke Ponpes Al-Zaytun

Indramayu - Paslon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Sholihin Ratnawati (Sholawat) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Zaytun Senin, 27 Se...