Senin, 29 Januari 2018

Supermoon Dan Gerhana Bulan Akan Terjadi Berbarengan, Gubernur Sumbar Himbau Masyarakat Shalat Gerhana


E-News Indonesia - Fenomena alam Gerhana Bulan Total akan kembali bisa disaksikan pada tanggal 31 Januari 2018. Informasi ini berasal dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).



Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.



Adapun Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru.



Pada tahun 2018 ini diprediksi terjadi lima kali gerhana, yaitu: 
1. Gerhana Bulan Total (GBT) 31 Januari 2018 yang dapat diamati dari Indonesia, 2. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 15 Februari 2018 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, 
3. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 13 Juli 2018 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, 
4. Gerhana Bulan Total (GBT) 28 Juli 2018 yang dapat diamati dari Indonesia, 5. Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 11 Agustus 2018 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.



Sementara itu Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menerbitkan imbauan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemprov hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sumbar untuk mengikuti salat gerhana bulan berjamaah pada Rabu 31/1-2018 mendatang. 



Himbauan ini dituangkan dalam Surat Edaran nomor: 451/35/BMK-2018 tentang Imbauan Sholat Gerhana Bulan Total.



Irwan mengundang seluruh pihak, termasuk masyarakat umum untuk mengikuti salat gerhana bulan pada Rabu (31/1) pukul 20.00 WIB atau sesudah ibadah Isya di Masjid Raya Nurul Iman Kota Padang. 



"Diharap kepada Saudara untuk dapat mengikuti pelaksanaan Salat dimaksud dengan mengerahkan seluruh karyawan pada SKPD dan institusi yang Saudara pimpin," begitu isi Hmbauan yang diterbitkan Gubernur, Senin 29/1-2018.



Surat edaran tersebut ditujukan kepada Sekretaris Daerah Sumbar, para staf ahli gubernur, asisten I, II, dan III, Sekretaris DPRD Provinsi, para kepala badan serta dinas kantor di lingkungan Pemprov, Dirut Bank Nagari, BUMD, dan instansi vertikal di bawah Pemprov Sumbar.



Masyarakat Sumatra Barat memang bisa menyaksikan fenomena gerhana bulan total nanti. Kepala Stasiun BMKG Padang Panjang Rahmat Triyono mengungkapkan, fenomena gerhana bulan akhir bulan ini berbarengan dengan posisi bulan yang lebih dekat dengan bumi, dibanding biasanya.



Jarak bulan dan bumi nanti diprediksi sejauh 360 ribu kilometer atau biasa disebut posisi perigee. Posisi ini berlawanan dengan apogee, yakni jarak terjauh antara bulan dan bumi sekitar 400 ribu kilometer. 



"Puncak gerhana bulan total dapat dilihat mulai pukul 19.51 WIB dan puncaknya 20.27 WIB," ujar Rahmat



Ia menjelaskan, gerhana bulan bakal berakhir pada pukul 21.07 WIB. Masyarakat bisa menyaksikan fenomena alam ini dengan mata telanjang saat cuaca cerah.

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...