Minggu, 21 Januari 2018

SBY Berikan Pidato Milad Ke-50 Pesantren Daar El Qolam

E-News Indonesia - Presiden RI ke-6, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir ke Pesantren Daar El Qolam dimaksudkan sebagai pembicara dalam rangka Milad ke-50 pesantren terbesar di Provinsi Banten. Sekaligus memberikan sambutan utama pada Sarasehan Alumni Pondok Pesantren Gontor yang dipusatkan di Banten Sabtu, 20/1-2018.
Dalam acara tersebut, selain SBY, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin juga ikut hadir dan memberikan sambutan. Lukman yang pernah menjabat Menteri Agama di era Presiden SBY mendoakan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu agar selalu diberi kesehatan dan ikut terus memberikan nasehat dan bimbingan kepada masyarakat Indonesia.

“Atas nama pemerintah kami sampaikan terimakasih kepada kehadiran SBY ini luar biasa,” kata Lukman

Menjelang usia setengah abad, Pondok Pesantren Daar El-Qolam akan menggelar beberapa acara sebagai refleksi rasa syukur karena masih mengemban visi dan misi sebagai lembaga pendidikan Islam.

Daar el-Qolam berdiri pada tanggal 20 Januari 1968, didirikan oleh Kyai Ahmad Rifa’i Arief. Pesantren itu dihuni lebih dari 5.500 santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pidatonya SBY berharap Pemerintah tak mudah melakukan pemidanaan terhadap para pendakwah dan kiai lewat dugaan ujaran kebencian. Upaya mediasi dan saling mengingatkan lebih disarankan.

“Pemerintah jangan sedikit-sedikit, dengan mudah mengkriminalisasi, memanggil, seolah-olah dianggap kejahatan. Saya kira bisa dengan saling mengingatkan agar tidak jadi kasus itu,” tutur SBY

Pandangannya tersebut terkait dengan pengakuan beberapa ulama dan kiai yang merasa mudah dikriminalkan melalui delik ujaran kebencian. 

“Kalau dianggap ucapan Anda (ulama dan kiai) bisa dikriminalkan, menurut saya, pendakwah, ulama, tentu tahu batasnya. Selama tidak melanggar konstitusi, maka tidak boleh terlalu cepat (dianggap) melanggar hukum,” lanjut ketua umum Partai Demokrat ini

SBY mengakui pentingnya penegakan hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Termasuk dalam hal pemberantasan korupsi.

“(Tapi) jangan terlalu dikekang, disalahkan, kalau mereka (rakyat) berbicara. Ini harapan rakyat, bukan pandangan SBY, tapi (pandangan) saudara-saudara kita,” lanjutnya

Dia juga mengingatkan soal kemungkinan banyaknya isu toleransi dan kebhinnekaan jelang tahun politik, tahun 2019. SBY meminta Pemerintah tak mudah untuk melontarkan tudingan intoleran, anti-kebhinnekaan, ataupun radikal. 

“Jangan terlalu cepat menuduh ini tidak bhineka, ini radikal, seterusnya. Tujuannya adalah menyatukan. Lebih baik dibimbing supaya enggak benturan,” papar SBY

Seperti diketahui Ustadz Zulkifli Muhammad Ali tengah diperiksa di Bareskrim Polri dalam kasus ujaran kebencian. Dia diduga melontarkan informasi keliru soal proyek e-KTP yang disebutnya digarap di Prancis dan China, serta akan digunakan oleh “orang-orang sipit”, dalam sebuah ceramahnya.

Selain itu, Rizieq Shihab, pimpinan Front Pembela Islam (FPI), lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran konten pornografi.

Pada dua kasus ini, Polri sudah membantah melakukan kriminalisasi ulama. Proses hukum dilakukan karena ada bukti terjadinya pelanggaran pidana.(E01/Ist)


Utama

Silaturahmi Paslon Sholawat ke Ponpes Al-Zaytun

Indramayu - Paslon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Sholihin Ratnawati (Sholawat) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Zaytun Senin, 27 Se...