Sabtu, 27 Januari 2018

PTMSI Kota Cirebon Pertahankan Atlet Hasil Seleksi

E-News Indonesia - Ma'ruf Nuryasa Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon memastikan tidak akan melakukan banyak perubahan susunan pemain proyeksi Porda Jabar XIII/2018 mendatang. Perubahan regulasi yang telah disepakati pada rapat koordinasi (rakor) PTMSI se-Jabar Desember lalu, tidak berpengaruh pada persiapan yang telah berjalan.

"Kita sudah melakukan persiapan jangka panjang sejak dua tahun lalu. Karena itu, perubahan secara mendadak akan mengganggu proses yang telah berjalan. PTMSI dipastikan bakal mempertahankan para petenis yang telah terjaring melalui seleksi di tahun lalu," jelas Ma'ruf

Menurut Pria yang juga Sekdis DKIS ini bahwa sebelum ada perubahan regulasi terkait atlet Porda, mereka sudah melakukan banyak perubahan. Serta bersepakat mempertahankan atlet yang sudah terjaring.

Pada Desember 2017 lalu, PTMSI Jabar memastikan sejumlah perubahan regulasi. Khususnya yang paling krusial adalah mengenai usia atlet tenis meja di Porda 2018 mendatang, serta ditiadakannya Babak Kualifikasi (BK) Porda Jabar XIII/2018.

Sebelumnya, petenis di Porda 2018 dibatasi usia 21 tahun. Namun, berdasarkan kesepakatan terbaru, batasan usia atlet adalah 27 tahun dengan toleransi satu atlet di atas 27 tahun. 

Artinya setiap kontingen bisa menyertakan satu atlet yang usianya di atas 27 tahun ke dalam tim di nomor beregu. Namun PMSTI Kota Cirebon lebih memilih formasi yang sudah terbentuk.

"Kami memilih bertahan dengan materi yang ada. Meski ada kesepakatan baru mengenai batasan usia atlet," tegas Ma'ruf


Lebih jauh dia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat para petenis akan menghadapi turnamen pemasan. PTMSI Jabar akan melaksanakan kejuaraan daerah (kejurda). Event ini menurut rencana akan dihelat Maret mendatang.

Sebelum berangkat, Ma'ruf beserta pengurus berkoordinasi dengan KONI Kota Cirebon. Pertemuan dengan Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj Wati Mursilawati akhir pekan lalu, sekaligus memastikan keterlibatan para petenis Kota Udang di kejurda. Wati menyambut rencana induk cabor tenis meja tersebut.

"Ikut kejurda akan sangat bagus untuk para atlet. Kami mendukung rencana PTMSI. Terlebih, PTMSI Jabar meniadakan BK Porda. Anggap saja Kejurda sebagai pemanasan pengganti Babak Kualifikasi, krusial juga keterlibatan para petenis di kejurda ini," tutur Wati.

Namun Ma'ruf tidak akan menargetkan apapun pada Kejurda. Hanya berharap para pemain bisa tampil maksimal. 

"Kita tidak mematok target pada kejurda kali ini. Agap saja ajang pemanasan namun syukur ada rejekinya bisa bawa pulang medali ke kota Cirebon," pungkas Ma'ruf.(E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...