Sabtu, 13 Januari 2018

PSSI Gelar Kongres Targetkan Lolos Olimpiade 2024, Lolos Piala Dunia 2034

E-News Indonesia - PSSI menggelar Kongres di Nusantara Hall, ICE BSD, Serpong, Tangerang, Sabtu (13/1/2018). Ada dua agenda yakni Kongres Luar Biasa serta Kongres Tahunan.

Kongres PSSI seharusnya diikuti 106 voters. Namun dalam daftar undangan yang dibacakan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, hanya ada 93 voters yang terdiri dari 31 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 15 klub Liga 2, 11 klub Liga 3, 18 klub Liga Nusantara, dan satu perwakilan Asosiasi dari Federasi Futsal Indonesia (FFI).

Agenda pertama adalah menggelar Kongres Luar Biasa. Lima hal diubah yakni soal hierarki organisasi, keorganisasian klub, penambahan lembaga terafiliasi, penetapan jumlah voters, dan yang terakhir pengurangan komite tetap.

Statuta yang baru, ditetapkan bahwa di hierarki organisasi kini ada Asosiasi Kabupaten dan Kota yang tertuang dalam Pasal 2 A. Kemudian yang kedua, keorganisasian klub harus jelas harus berbadan hukum atau yayasan yang terhubung dengan PSSI. Hal itu untuk menyudahi permasalahan dualisme klub.

PSSI juga mengubah statuta soal pengembangan sepakbola yang tidak boleh berhenti di level Asosiasi Provinsi. Harus ada lembaga yang terafiliasi atau terdaftar meski bukan member. Sebagai catatan, Sekolah Sepak Bola (SSB) masih berada di luar wilayah PSSI.

Jumlah voters kongres ditetapkan terdiri dari 18 klub Liga 1, 16 Liga 2, 16 Liga 3, 8 Liga 4, 4 Asosiasi (Futsal, Sepakbola Wanita, Wasit dan Pelatih), serta 34 Asosiasi Provinsi. Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) masih tetap tidak masuk dalam voters.

Sedangkan jumlah Komite Tetap dikurangi dari yang berjumlah 17 menjadi 12 Komite Tetap. 

Waktu yang cukup singkat, hanya 20 menit Kongres Luar Biasa berhasil disahkan. Ketua umum Edy Rahmayadi mengetuk palu tanda perubahan statuta disahkan.

Agenda pun dilanjutkan dengan Kongres Biasa. Agendanya adalah adalah membacakan laporan kegiatan, laporan keuangan, rencana strategis, dan program kerja PSSI sepanjang 2018.

Ketika laporan keuangan dibacakan, PSSI mengklaim bahwa mereka memiliki surplus Rp 3 miliar.

Sepanjang 2017, pendapatan PSSI Rp 110 miliar, pengeluaran Rp 107 miliar. Sebanyak Rp 95 miliar untuk biaya program kerja, Rp 12 miliar untuk biaya timnas. Sebagian besar pendapatan itu didapat dari liga. Ini memang tumpuan sumber PSSI, selain sponsor serta bantuan FIFA dan AFC. Sampai akhir tahun, ada surplus Rp 3 miliar. 

Namun, PSSI juga menegaskan bahwa jumlah pendapatan mereka juga belum seluruhnya diterima. Pasalnya, pemasukan dari liga juga masih tersendat dan baru menghasilkan Rp 23 miliar. Untuk Rp 17 miliar sisanya akan rampung pada 2018.

Selain untuk program kerja, PSSI mengungkapkan bahwa sebagian besar pengeluaran dialokasikan untuk biaya Timnas. Seperti diketahui, sepanjang 2017 ada tiga level timnas yang begitu aktif mengikuti kompetisi, yakni U-23, U-19, dan U-16.

Dirk Soplanit bagian keuangan PSSI membeberkan dari mana saja sumber pemasukan organisasi itu bisa didapatkan.

"Kembali dari liga, broadcast, bantuan pemerintah (Rp 22 miliar), kegiatan-kegiatan Piala Indonesia yang akan memberikan dampak pada sponsorship (Rp 225 miliar). Untuk pengeluaran, biaya timnas dan kompetisi sebesar Rp 220 miliar," tegas Soplanit

Sementara itu Ketum Edy Rahmayati menyatakan target terbesar Indonesia bisa lolos Piala Dunia 2034 mendatang.

"Cita-cita kita 2034 kita bisa ke Piala Dunia, semoga bukan dongeng. Kalau bisa kita nginap malam ini khusus bicara ini. 2024 kita cita-cita lolos ke Olimpiade dulu," kata Edy kepada wartawan.

Seperti yang diketahui, di tahun 2017 lalu, PSSI dinilai gagal menjalankan tugas. Minim prestasi menjadi alasannya. Beberapa ajang bergengsi gagal membuahkan trofi.

Seperti SEA Games 2017, Timnas hanya bisa meraih peringkat ketiga hingga gagalnya Timnas U-22 di melaju ke Piala Asia untuk 2018. Target terdekat sebagi tuan rumah Asian Games PSSI menargetkan lolos 4 besar.

Lolos semi final pada Asian Games 2018 bukanlh hal mudah bahkan seperti mimpi. Seperti kita tahu bahwa banyak Negara Asia yang sudah jauh meninggalkan Indonesia. Tataran Arab yang sudah seringkali lolos piala dunia, Jepang, Korea, Australia dan sederet negara Asia lain yang harus dihadapi.

Prestasi Timnas Indonesia sendiri terbilang minim untuk kawasan Asia Tenggara. Target lolos Semi Final kita lihat saja apakah hanya sekedar target ataukah mimpi belaka.(E01)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...