Jumat, 26 Januari 2018

Perawat Cabul Remas Payudara Berbuah Penjara

E-News Indonesia - Perawat cabul terduga pelaku pelecehan seksual kepada pasien wanita cantik berinisial W (32) di Rumah Sakit National Hospital Surabaya ditangkap, Jumat pagi tadi. Pria berinisial ZA (30) tahun ini masih diperiksa sebagai saksi.

Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya mengatakan, terduga pelaku pelecehan seksual ditangkap pagi tadi pukul 05.10 WIB di sebuah hotel di kawasan Jalan Mayjen Yono Soewoyo, Surabaya.

"Kami kemarin berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, mereka memberikan data alamat terduga. Kemudian tim bergerak ke rumahnya ternyata tidak ditemukan. Karena rumah itu tidak ditempati sudah lama. Akhirnya kami menemukan dia menginap di hotel, dan saat check out (keluar) kami tangkap," ucap dia, seperti yang dilansir oleh Suarasurabaya.net, Jumat (26/1/2017).

Perawat terduga pelecehan seksual itu masih diperiksa untuk menggali terkait peristiwa yang dilaporkan korban. Sementara ini, ZA masih diperiksa sebagai saksi.

"Pemeriksaan sementara, pelaku memang mengakui perbuatannya baik yang tampil di video maupun di depan penyidik," imbuhnya

Rudi menegaskan, hingga hari ini, sudah ada lima saksi termasuk korban pelecehan seksual yang telah diperiksa. Jumlah saksi bisa berkembang untuk melengkapi dugaan pidananya.

Unit PPA Polrestabes Surabaya, langsung mendatangi RS National Hospital untuk meminta keterangan terkait kasus pelecehan perawat terhadap pasien.

Korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh perawat Rumah Sakit (RS) National Hospital Surabaya, ternyata istri dari Yudi Wibowo Sukinto, salah satu tim pengacara Jessica Kumala Wongso. Nama Yudi mengemuka saat menangani kasus kopi sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin.

Manajemen RS National Hospital Surabaya  menggelar jumpa pers perihal kasus pelecehan pasien perempuan oleh perawat. 

Manajemen Rumah Sakit (RS) National Hospital Surabaya mengakui adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan salah seorang perawat karena melecehkan seorang pasien perempuan.

Kepala Perawat RS National Hospital Surabaya, Jenny Firsariana, menyampaikan permintaan maaf atas dugaan pelanggaran etika profesi yang dilakukan perawat itu terhadap pasien perempuan.

"Manajemen minta maaf dan mengambil tindakan tegas dengan memecat oknum perawat tersebut," jelasnya

Dia menegaskan bahwa manajemen menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian terkait dugaan pelecehan tersebut. Dia juga mengklaim bahwa manajemen RS National Hospital Surabaya mempunyai standar yang tinggi untuk merawat pasien.

"Oknum tersebut sudah puluhan tahun bekerja di sini. Segala sesuatu mengenai kasus ini semuanya masih dalam proses yang berlaku," pungkasnya.(E01/Ist)

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...