Jumat, 26 Januari 2018

Perawat Cabul Lakukan Pelecehan Pasien Cantik

E-News Indonesia - Korban pencabulan yang dilakukan salah satu perawat rumah sakit National Hospital, W (33) warga Sukomanunggal, Surabaya telah resmi melaporkan pada SPKT polrestabes Surabaya, Kamis 25/1-2018.

Ketika tiba di Mapolrestabes Surabaya, korban langsung masuk ke gedung SPKT untuk melaporkan salah satu perawat rumah sakit National Hospital Surabaya. Pasalnya pelaku diduga telah melecehkan dirinya dengan cara memegang payudara saat dirawat di rumah sakit.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan menyatakan, korban (pelecehan seksual) sudah melaporkan peristiwa yang dialami pada polisi. Saat melapor, korban didampingi kuasa hukumnya ke SPKT.

Berdasarkan keterangan dari kuasa hukum sekaligus suami korban, Yudi Wibowo Subiakto (55), menyatakan peristiwa yang menimpa istrinya terjadi pada 23 Januari sekitar pukul 11 30 WIB sampai 12 00 WIB. Saat sedang dirawat di rumah sakit National Hospital.

"Istri saya mengalami sakit kandungan yang perlu segera penanganan medis yakni operasi. Jika tidak diambil tindakan cepat, bisa mengakibatkan kanker," terang Yudi

Selanjutnya Yudi mengantarkan istri ke RS National Hospital. Setelah mengantar istrinya, Yudi pulang dan bekerja seperti biasa. Sedangkan istrinya ditunggui keluarganya di rumah sakit.

Lalu istrinya mengabari bahwa harus dilakukan operasi. Sebab jika tidak dioperasi bisa terkena kanker. 

Kemudian dilakukanlah operasi oleh dokter di ruang operasi. Saat berada di ruang pemulihan, pasien yang setengah sadar diraba-raba (payudaranya) oleh perawat laki-laki bernama Junaidi.

"Dalam keadaan tak berdaya, (pelecehan) sampai dua kali, (tangannya) dimasukkan, dikeluarkan lagi. Dia (pelaku) tolah toleh lihat ada orang apa gak. Mungkin ada pasien-pasien lain diperlakukan seperti itu,” ucap Yudi.

Sementara itu kepala Keperawatan RS National Hospital Surabaya, Jenny Fersariana, menyatakan dirinya mewakili manajemen RS National Hospital meminta maaf atas dugaan terjadi pelanggaran etika profesi oleh oknum perawat pada pasien. Pihaknya menyampaikan penyesalan yang mendalam pada pasien dan keluarga pasien.

"Manajemen rumah sakit National Hospital tidak mentolelir segala bentuk tindakan pelanggran etika profesi terhadap pasien maupun siapapun seluruh lingkungan RS. Kami akan mengambil tindakan tegas atas segala bentuk pelanggaran, baik dari segi hukum maupun disiplin profesi tenaga keehatan," ungkapnya

Manajemen juga telah mengambil tindakan tegas pada yang bersangkutan dengan memberhentikan secara tidak hormat. 

"Manajemen sudah memberhentikan yang bersangkutan secara tidak hormat. Kami juga sedang mengkoordinasikan permasalaham tersebut dengan organisasi profesi keperawatan," lanjut Jenny

Serta menyerahkan permasalahan tersebut terhadap hukum yang berlaku. RS National Hospital sendiri memiliki standart tinggi pelayanan pada pasien dan menjaga serta melindungan pasien selama menjalani perawatan.

Vidio pelecehan sexsual oleh perawat ini sempat viral di media sosial. Seorang pasien cantik sambil menangis memaksa perawat lelaki cabul mengakui perbuatanya. 

Wanita itu menyebutkan dua sampai tiga kali payudaranya diremas-remas lalu putingnya dimainkan oleh perawat cabul tersebut.

Perawat tersebut mengakuinya lalu meminta maaf sambil menyatakan penyesalan karena kekhilafanya. Lalu ia menyalami semua yang ada di ruang perawatan. Kasusnya kini sedang dalam penanganan Polrestabes Surabaya.(E01/Ist)

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...