Selasa, 09 Januari 2018

Kang Hero Tinjau 195 Semburan Gas Desa Sukaperna Indramayu

E-News Indonesia - 195 titik semburan gas rawa bercampur lumpur di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu mulai ditangani. Semburan gas tersebur sudah dialirkan dan dibuang ke sungai setempat. Pertamina diminta untuk mendirikan posko di lokasi semburan.

Ir.H. E Herman Khaeron (Kang Hero) Wakil ketua komisi VII DPRRI yang menangani masalah miga bersama Direktur Umum Pertamina EP Nanang Abdul Manaf langsung meninjau lokasi semburan. 

Abdul Manaf mengatakan, semburan gas di Sukaperna tidak ada kaitannya dengan aktivitas pengeboran Pertamina di sekitar lokasi. Hal tersebut terungkap setelah dilakukan uji laboratorium terhadap semburan tersebut. 

"Gas rawa tidak diapa-apakan juga muncul melalui retakan-retakan. Pertamina mengebor sampai kedalaman 1.300 meter,” jelas Nanang

Kendati tak ada kaitannya namun Pertamina tetap memiliki tanggung jawab. Terlebih Pertamina melakukan aktivitas pengeboran di lokasi tersebut. Salah satu upaya yang saat ini tengah ditempuh yakni dengan mengalirkan semburan gas menggunakan pipa PVC dan dibuang ke sungai. Hal tersebut supaya gas lebih terpusat sehingga tidak membahayakan masyarakat. 

“Pertamina siap membantu penanganan awal sumber gas yang ada di pemukiman warga akan dialirkan ke sumur migas yang kita miliki,” lanjutnya

Tujuannya agar tekanan agar di pemukiman warga bisa terkurangi karena disedot dan dialirkan ke sumur migas.

Nanang meminta agar masyarakat turut membantu menciptkan suasana kondusif di lapangan agar para petugas dapat bekerja dengan maksimal.

"Gas yang menyembur merupakan gas metan. Gas tersebut tidak akan berbahaya jika tidak dihirup secara langsung," lanjutnya

Gas metan ini seperti asap knalpot kendaraan. Kalau tidak dihirup secara langsung tidak berbahaya. Namun dikhawatirkan gas metan akan sangat reaktif jika terpicu oleh api.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron mengatakan, memang benar semburan tersebut tidak ada kaitannya dengan aktivitas pengeboran Pertamina. Namun demikian kata dia pasti menimbulkan dampak.

“Sekarang ini yang terpenting ada jalan keluar. Perlu ada penanganan segera karena sudah lama dibiarkan," jelas Kang Hero

Kang Hero mengatakan, Pertamina, DPR, dan pihak terkait sudah sepakat akan memantau semburan gas di Tukdana. “Saya kira nanti hal-hal lain kita bicarakan. Pertamina harus segera membuka posko di lokasi semburan” lanjutnya

Tujuan posko ini didirikan supaya masyarakat kalau ada apa-apa gampang mengadu. Sambil mengkaji nanti diberitahukan kepada masyarakat.

"Posko ini untuk memantau semburan dan juga menampung laporan masyarakat bila ada hal-hal yang mau diadukan," pungkas Kang Hero

Kepala desa Sukaperna Hasanudin mengatakan, kejadian menyemburnya gas bercampur air dan lumpur sudah berlangsung semenjak tiga tahun terakhir. Selama itu pula warga sudah mengadukan kepada pemerintah.

“selama ini yang datang cuma mengecek-mengecek saja. Belum ada tindakan apapun. Saya sampai pusing, untuk menjelaskan,” kata Hasanudin

Awalnya semburan hanya terjadi di 50 titik saja. Kini terus bertambah hingga jumlahnya sekitar 195 titik semburan di rumah warga.

Pembiaran selama ini menimbulkan kekesalan masyarakat yang terus terakumulasi. Belum lama ini masyarakat melakukan demo.

“Posko berdiri setelah masyarakat demo. Saat ini masyarakat merasa tidak aman, tenang, dan nyaman. Selain dampak semburan di rumah-rumah, masyarakat pun kebanyakan mengalami gangguan pernafasan," lanjut Hasanudin

Kepala Desa ini meminta solusi nyata terkait semburan gas di desanya. Apalagi sejauh ini tidak ada kompensasi sejauh apapun dari pemerintah atau pihak terkait.(E01)

Utama

Naik Kendaraan Tak Pakai Masker, Dendanya Bisa Sampai Rp 1 Juta!

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saat PSBB ini, masyarakat tetap dianjurk...