Jumat, 26 Januari 2018

Selingkuh Dengan Tetangga Berbayar Nyawa

E-News Indonesia - Seorang warga Bilaporah Bangkalan bernama Muhammad Sirin, 35 tahun, dianiaya beramai-ramai oleh tetangganya sendiri. Isunya, penganiayaan berat itu dilatari masalah perselingkuhan korban dengan istri salah satu pelaku, Rabu, 24 Januari 2018, selepas Dzuhur.

Pada Temoat Kejadian Perkara plafon rumah berbentul L itu rusak parah, jebol hampir di semua sisi. Pecahan asbes berserakan dilantai. Di halaman ada setumpuk potongan bambu. Kata polisi, bambu itu digunakan pelaku menjebol plafon.

"Korban sembunyi di plafon, makanya para pelaku merusak plafon agar korban keluar," ujar dia.

Setengah jam kemudian aparat dari Polsek Socah dan tim Buser Polres Bangkalan tiba di TKP mengevakuasi korban penganiyaan ke rumah sakit.

Polisi naik tangga ke atap untuk evakuasi Sirin. Tidaak ada warga membantu polisi, mungkin karena kasus perselingkuhan.

Pelaku penganiayaan tak lain tetangga Sirin sendiri dan masih ada hubungan keluarga. Rumah pelaku hanya berjarak 50 meter dari rumah korban.

Pada Selasa malam, 23 Januari 2018. Mul, 27 tahun, memergoki Sirin sedang berduaan dengan istrinya di rumah. Mendapati istrinya berselingkuh, Mul lantas memberitahu keluarganya. Mul dan istri Sirin masih sepupu.

Keesokan harinya mereka beramai-ramai menyerang Sirin. Saat penyerangan, Hanifah, istri Sirin, tengah tertidur di ruang tamu Bersama anaknya yang masih berusia 7 tahun.

“Saya dibangunkan dan dibawa keluar oleh empat orang, saya lihat banyak orang di halaman. Mereka pegang bambu, habis itu saya tak sadar, setelah sadar saya sudah berada di rumah nenek,” kata Hanifah seperti tertuang dalam laporan polisi.

Setelah Hanifah dan anaknya dievakuasi Sirin dianiaya para pelaku. Meski sempat diselamatkan polisi, namun menjelang sore, Sirin meninggal di ruang IGD RSUD Syamrabu. Dia terluka parah di kepala belakang, telinga kanan, punggung belakang dan sejumlah luka tusuk dipinggang
Sembilan jam setelah penganiayaan, sekira pukul 20.30 wib, Rabu malam. Dua pelaku penganiyaan Sirin yaitu Mulyadi, 27 tahun dan Hamsah, 44 tahun ditangkap di satu rumah di Bilaporah. keduanya berstatus bapak dan anak.

“Mereka masih diperiksa secara intensif, untuk mengungkap para pelaku lain,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha, Kamis, 25 Januari 2018.

Kepada penyidik, tersangka Mulyadi menuturkan Sirin kepergok berduaan di rumah mertuanya di Desa Lengguleng sekitar pukul 03.00 WIB selasa dini hari. Saat itu, dia langsung mengambil celurit untuk menghabisi Sirin, namun berhasil kabur meloloskan diri.

“Saya lalu ceritakan ke bapak, dan sepakat mendatangi Sirin esok harinya,” tutur Mulyadi.

Sebelum menyerang Sirin, Mulyadi mengamati lebih dahulu aktivitas di rumah korban. Setelah, dipastikan Sirin berada di rumah, mereka mendatanginya. Namun hanya berjumpa istri dan anak Sirin. Istri Sirin pun diminta pergi menjauh baru kemudian menyerang.

Setelah rumah digeledah Sirin tak temukan, ternyata korban diketahui sembunyi di Plafon. Para pelaku lantas mengambil bambu dan menjebol asbes. Karena terdesak, Sirin berhasil keluar dari plafon dan pindah ke atap. Melihat Sirin di atap, seorang pelaku menembaki sirin dengan senapan angin.

Tidak cuma sampai disitu, para pelaku kemudian mengambil tangga dan naik ke atap. Saat itulah Sirin dibacok hingga terkapar. Setelah diperkirakan tewas, para pelaku kemudian meninggalkan lokasi.

“Saya tidak menyesal, saya puas menghabisi dia. Karena sudah selingkuh dengan istri saya, saya siap menanggung hukuman apa pun,” tutur tersangka Mulyadi yang sitrinya diduga selingkuh dengan korban Sirin.(E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...