Rabu, 31 Januari 2018

Dokter Terduga Kasus Pelecehan Sexsual Terhadap Perawat Penuhi Panggilan Polda Jatim

E-News Indonesia -- Polda Jawa Timur memeriksa OP (19), calon perawat Rumah Sakit (RS) National Hospital, Surabaya, dan dokter R yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada OP.

OP datang ke kantor Polda Jatim dengan didampingi kuasa hukumnya Okky Suryatama SH. Menurut OP, kehadirannya kali ini hanya untuk melengkapi pertanyaan normatif tentang kasus tersebut.

"Di dalam tidak ditanya banyak. Malah saya yang tanya kasusnya sampai mana," ucap OP, seusai pemeriksaan di ruang PPA Polda Jatim, Selasa (30/1).

Ditambahkannya, pemeriksaan terkait laporan sudah lengkap dilakukan pada September 2017. Namun, ia mengaku siap jika suatu saat dipanggil lagi oleh penyidik.

"Pemeriksaan sudah diakukan September 2017 lalu atau setelah laporan. Waktu itu pemeriksaannya kalau tidak salah hampir lima jam," ujarnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, menjelaskan, pemeriksaan terhadap OP dan dokter R dilakukan sebagai tindak lanjut dugaan kasus pelecehan seksual.

"Pemeriksaan kasus ini sesuai dengan konsep yang seproporsional mungkin. Percayalah dalam penyidikan dan penyelidikan. Kami tetap memegang teguh azas praduga tak bersalah," tutur Barung.

Diketahui, OP melaporkan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan dokter R pada saat seleksi calon perawat RS National Hospital pada Agustus 2017.

Pemeriksaan terhadap korban berlangsung sejak pagi tadi dan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Polisi sendiri belum menetapkan dr RA sebagai tersangka, karena terlapor dinilai kooperatif.

"Belum, karena kooperatif dan hari ini (dr R) diperiksa sebagai saksi terlapor," ujar Barung sambil menambahkan, dr RA datang menemui penyidik sekitar pukul 11.15 WIB dan selesei pukul 17.00 WIB.

Syahrul Borman, kuasa hukum terlapor yang berada di samping dr R ini menerangkan kepada wartawan, bahwa hari ini mengantarkan kliennya untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi terlapor. 

Keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Jatim, dokter R yang mengenakan kemeja hijau, bertopi, dan mengenakan kacamata hitam, langsung memasuki mobil tanpa menjawab pertanyaan wartawan dan meminta para jurnalis untuk berbicara dengan kuasa hukumnya.

Aksi dugaan pencabulan oleh dokter R dilakukan kepada O saat proses tes masuk keperawatan. Korban yang baru saja lulus sekolah perawat melamar ke National Hospital Surabaya.

Saat tes kesehatan, korban diminta masuk ke ruang pemeriksaan medis. Saat pemeriksaan, korban diminta membuka baju, dan sempat meremas dan memasukkan tangannya ke alat kelamin calon perawat. 

Melalui kuasa hukum dokter R, Syahrul Borman mengatakan klienya mendapat sekitar 55 pertanyaan. Diantaranya tentang standar operational procedure pelaksanaan tes calon perawat.

Ia menerangkan, dr R ditunjuk oleh National Hospital Surabaya untuk menguji tes kesehatan bagian calon perawat atau calon pegawai rumah sakit tersebut. Tidak ada dokter lain yang ditunjuk menguji calon perawat, kecuali dr R.

Ketika melaksanakan tes kesehatan kepada pelapor, dr R menjalankan sesuai prosedur.

"Pak dokter sesungguhnya telah melaksanakan sesuai prosedur SOP. Tidak ada yang dilanggar. Jadi pemeriksan yang dilakukan terhadap calon perawat ini sesuai dengan prosedur yang ada di dalam rumah sakit Hospital," tuturnya.

Pelapor mengeluh ada keputihan, sehingga ada pemeriksaan di bagian duburnya maupun bagian luar vagina. Atas izin yang bersangkutan, dilakukanlah pemeriksaan di bagian dubur dan bagian luar vagina.

"Dokter tahu bahwa calon perawat adalah masih gadis. Sehingga ketika ada keluhan keputihan, hanya dilakukan pemeriksaan terhadap duburnya dan bagian luar vagina," jelasnya

Syahrul membenarkan jari memang dimasukkan, bukan di vaginanya, namun pada duburnya. Karena yang bersangkutan masih gadis, masih perawan, tidak boleh menyentuh vaginanya. 

"Jari dimasukkan melalui dubur pakai sarung tangan karet, tidak dilakukan dengan tangan telanjang," tutur Syahrul.(E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...