Minggu, 28 Januari 2018

Dokter Telanjangi Dan Rogoh Alat Vital Calon Perawat

E-News Indonesia - Setelah heboh dengan pencabulan yang dilakukan oleh perawat kepada pasien cantik kali ini terungkit pencabulan lainya di Rumah Sakit yang sama. 

Calon perawat yang menjadi korban pencabulan oknum dokter National Hospital, Surabaya, mengaku sempat dikonfrontir dengan pelaku, usai kejadian tak senonoh itu menimpanya. Didampingi organisasi profesi perawat, korban berinisial O itu awalnya menolak dipertemukan dengan pelaku.

Korban O sebelumnya mengalami pelecehan seksual oleh seorang oknum dokter berinisial R saat mengikuti tes kesehatan sebagai calon perawat di National Hospital pada 23 Agustus 2017 lalu.

Saat dipertemukan, reaksi pelaku seolah tak merasa bersalah atas perbuatannya itu. Meskipun dari organisasi profesi sudah menegaskan bahwa tidak ada standar operasi prosedur (SOP) tes kesehatan calon perawat, sampai menyuruh si calon menanggalkan pakaian dan merogoh alat vitalnya.

"Saat ditanya SOP dia tidak bisa menunjukkan. Alasan dia (pelaku), karena saya keputihan. Alasannya begitu sepele," ujar korban

Ia menyayangkan pihak National Hospital yang terkesan tertutup dalam merespons peristiwa tersebut. Tidak memberikan penjelasan apakah pihak rumah sakit memberi sanksi terhadap oknum dokternya atau tidak.

"Pihak National Hospital menutupi, enggak ngomong, saya juga enggak tahu. Saya hanya minta keadilan," lanjutnya

Calon perawat berinisial O mengaku dilecehkan oknum dokter National Hospital, Surabaya, berinisial R saat menjalani tes masuk sebagai perawat.

Pelaku minta korban terlentang dan membuka baju saat menjalani tes kesehatan. Dada kliennya diremas-remas. Bukan hanya itu, pelaku juga meminta O membuka pakaian bawah dan merogoh bagian kemaluannya. 

Polisi masih mendalami kasus pelecehan seksual  yang terjadi di National Hospital, Surabaya, Jawa Timur. Selain kasus pelecehan seksual oleh oknum perawat pria kepada pasien, terkuat juga aksi cabul yang diduga dilakukan oknum dokter kepada calon perawat.

Sebagaimana penuturan korban O pada acara 'Apa Kabar Indonesia Pagi' tvOne, Sabtu, 27 Januari 2018, Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada 23 Agustus 2017. Saat itu ia melamar sebagai calon perawat di National Hospital, Surabaya. Korban diminta untuk menjalani serangkaian tes, salah satunya tes kesehatan.

Korban menuturkan, tes kesehatan saat itu hanya diikuti dua orang calon perawat, korban sendiri dan satu lagi calon perawat pria. Semula ada tiga dokter laki-laki dan satu perawat perempuan menemani O di dalam ruangan. Tapi yang lainnya keluar, tersisa korban dan dokter pria berinisial R.

"Di situ dia mulai meraba-raba saya. Saya teriak, 'loh kenapa ini Dok!'. Dia bilang, 'kalau enggak mau nanti ada apa-apa saya dimarahin rumah sakit karena pemeriksaan enggak lengkap'," kata O menuturkan kejadian.

"Saya berontak, tapi saya hanya berdua dengan dokter itu dan pintunya ditutup. saya pasrah, kalau saya menolak, ya seperti itu (diancam),"tutur korban

Korban merasa tes kesehatan yang dilakukan dokter R itu janggal. Pasalnya, saat tes kesehatan rekannya sesama calon perawat yang kebetulan pria, dokter tersebut hanya memeriksa sekitar 10 menit. 

"Teman saya cowok diperiksa perutnya saja. Saya lebih kompleks, saya lama hampir setengah jam, teman saya 10 menit," ujarnya

Awalnya korban ragu menceritakan kejadian yang menimpanya ke teman calon perawat, karena seorang pria. Tapi, atas saran temannya itu, korban akhirnya melaporkan kejadian yang dialami ke bagian HRD rumah sakit.

"Saya tanya ke HRD apa betul tes kesehatan sampai begitu? Mereka jawab tidak. Katanya untuk jadi HRD saja enggak sampai begitu. Tapi saya enggak ada bukti. Saya tanya ke teman-teman di rumah sakit lain, ternyata tidak juga, dan biasanya kalau kitanya wanita yang periksa ya dokter wanita," paparnya

Korban lantas melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Timur pada 25 Agustus 2017. Namun hingga kini, polisi belum juga menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. 

"Dokter yang dilaporkan sudah dimintai keterangan," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi.

Frans mengatakan ada dua kasus yang ditangani di rumah sakit NH (National Hospital). Kasus pasien dilecehkan ditangani di Polrestabes, kasus calon perawat diduga dilecehkan oknum dokter ditangani Polda.


Kuasa hukum pelapor, Okky Suryatama, menjelaskan kasus yang menimpa kliennya terjadi pada Rabu pagi, 23 Agustus 2017. 

"Waktu itu klien saya lulus (pendidikan) perawat, terus melamar jadi perawat (di National Hospital)," katanya 

Okky mengatakan kliennya lalu diminta untuk datang ke National Hospital Surabaya sekira pukul 09.00 WIB untuk menjalani tes kesehatan. Diarahkan ke ruangan medical checkup, semula ada tiga dokter laki-laki dan satu perawat perempuan menemani O di dalam ruangan.

"Kemudian yang lain ke luar, tinggal satu dokter berinisial R di dalam ruangan bersama klien saya," katanya.

Beberapa saat kemudian, lanjut Okky, R meminta O membuka baju. Dada kliennya diremas-remas. Bukan hanya itu, R juga meminta O agar membuka pakaian bawah. 

"Bagian alat vital klien saya lalu dimasukkan dengan jari dokter itu," jelasnya

Berdasarkan penjelasan pihak Kepolisian, lanjut Okky, kasus ini sudah masuk dalam tahap penyidikan. Tetapi sampai kini dokter R belum ditetapkan sebagai tersangka. 

"Sudah berbulan-bulan tapi sampai sekarang si dokter itu belum jadi tersangka," ujarnya

Tersangka kasus pelecehan sexsual yang dilakukan perawat terhadap pasien polisi sudah menetapkan ZA sebagai tersangka dan menahanya. Namun untuk kasus dokter yang merogoh alat vital perawat belum ditetapkan sebagai tersangka.(E01/Ist)

Utama

Naik Kendaraan Tak Pakai Masker, Dendanya Bisa Sampai Rp 1 Juta!

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saat PSBB ini, masyarakat tetap dianjurk...