Selasa, 09 Januari 2018

Deklarasi Dou DM, Demiz Sebut 2018 Perang Jendral

E-News Indonesia - Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi pasangan yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2018 hari ini mengadakan Deklarasi di Gedung Sabuga Bandung, Selasa 9/1-2018.

Deklarasi ini dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrata Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Golkar Aurlangga Hartarto.

Ribuan simpatisan memadati Gedung Sabuga untuk memberikan dukungan terhadap pasangan yang diusung Golkar dan Demokrat.

SBY menitipkan sejumlah pesan kepada Duo DM ini. Ia meminta agar jabar 5 tahun kedepan daerahnya maju, aman tentram damai, rukun, adil dan sejahtera.

"Kapasitas saya meminta hal tersebut bukan sebagai Ketua Umum Partai. Namun sebagai warga Jawa Barat, karena saya tinggal di Cikeas Bogor yang merupakan bagian dari Jawa Barat. Wajar kalau warga Jawa Barat mempunyai harapan kepada calon pemimpinya," jelas SBY

Menurut SBY, Duo DM sudah sepuluh tahun andil dalam pembangunan di Jawa Barat. Ia berpesan yang sudah baik dilanjutkan yang belum segera dilaksanakan.

"Saya berpesan agar kalau jadi pemimpin sayangi rakyatnya. Bukan hanya dilisan saja namun dari hati," pinta SBY

Selain itu SBY berpesan agar Duo DM mempunyai sifat Sidik, Amanah, jujur dan dapat dipercaya.

Sementara itu Airlangga Hartatrto dalam pidatonya meminta Duo Dm mempertahankan iklim investasi di Jabar yang selama ini jadi cerminan perekonomian Indonesia.

"Pesan saya hanya ingin rakyat Jawa Barat ini menjadi masyarakat yang sejahtera," tutur Airlangga

Dedi Mulyadi sendiri dalam sambutanya menjelaskan bahwa jabatan itu tidaklah penting namun seberapa besar manfaat menjadi pejabat yang lebih utama.

"Pemimpin itu melayani masyarakat. Jangan samapai selesai pilkada masyarakat dan pendukung ditinggal. Pejabat jangan pernah mematikah HP, agar mudah dihubungi masyarakatnya," jelas Dedi

Sementara itu Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan dalam pidatonya bahwa pertemuannya dengan Dedi Mulyadi berawal dari peresmian jembatan di sebuah Desa.

"Saya yakin pertemuan itu bukan kebetulan, namun ada campur tangan Tuhan hingga ahirnya kami berdua bisa tanda tangan bersama," ujar Demiz sambil tertawa

Menurut Demiz mereka berdua memiliki keinginan yang sama menjadikan masyarakat Jawa Barat sejahtera, religius, berbudaya dan bermartabat.

Keikutsertaan dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat bagi Demiz adalah kali keduanya sebelumnya tahun 2013 dia berpasangan dengan Ahmad Heryawan dan berhasil mendapat jabatan Wakil Gubernur.

"Tahun 2013 saat itu pilkada Jabar Perang Bintang karena banyak artis yang ikut berkompetisi di dalamanya (Deddy Mizwar, Dede Yusuf, Rieke Diyah Pitaloka, Red). Namun pada Pilgub 2018 ini adalah perang Jendral dimana ada Jendral Sudrajat, Jendral Anton Charlian, Jendral TB.Hasanudin dan juga saya Jendral Naga Bonar," tutur Demiz yang disambut gelak tawa kader Golkar dan Demokrat yang berada di Gedung Sabuga Bandung. (E01)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...