Jumat, 05 Januari 2018

Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Lodaya

E-News Indonesia - Sebagai salah satu dari 171 daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun ini, Walikota Drs. Nasrudin Azis SH yakin Kota Cirebon tetap akan aman dan kondusif. Masyarakat  juga  diminta untuk mewaspadai beredarnya berita hoax untuk media kampanye hitam melalui media sosial (medsos).

“Saya merasa sangat bersyukur karena jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Cirebon Kota selalu mempersiapkan diri untuk mengatasi berbagai kemungkinan adanya persoalan,” ungkap  Nasrudin Azis, saat pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Lodaya 2018 di alun-alun Kejaksan Kota Cirebon, Jumat, 5 Januari 2018. 

Karena itu, Azis pun mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Cirebon Kota dan jajaran keamanan lainnya yang sudah berupaya selalu menjaga kondisi keamanan, terutama menjelang pelaksanaan pilkada tahun ini. 

"Ini yang membuat saya percaya, Kota Cirebon tetap akan kondusif. Ketegasan dan kekompakan aparat menjadi modal utama untuk pengamanan pilkada,” tegas Azis

Sementara itu Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Bachtiar meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai berberbagai kerawanan yang bisa terjadi selama pelaksaan pilkada di Kota Cirebon. 

“Kerawanan terbesar yaitu di Medsos. Akan muncul berbagai berita hoax untuk saling menjatuhkan yang biasanya tersebar. Masyarakat harus memilah mana yang hoax dan mana yang berita sebenarnya,” kata Adi Vivid.

Berdasarkan pengalaman pada pilkada 2017 lalu di DKI Jakarta, banyak sekali bersebaran black campaign terutama terkait isu sara di sejumlah media sosial.  

“Ini perlu diwaspadai, jangan sampai isu sara digunakan pada pilkada,” lanjut Adi Vivid

Jajaran Polres Cirebon Kota sudah membentuk Patroli Saber sejak jauh-jauh hari. 

"Ada sekitar 50 orang anggota kami yang saat ini setiap harinya melakukan kontrol terhadap pergerakan berita di media sosial,” ungkap Adi Vivid

Bahkan Polres Cirebon Kota juga berencana akan merekrut kembali orang-orang yang ahli di bidang Informasi Teknologi (IT) sehingga mereka memiliki tim mereka akan lebih lengkap lagi untuk pengawasan di dunia maya. 

“Kepada politisi kami juga meminta agar melakukan politik cerdas dan santun. Jangan sampai menggunakan isu sara pada pilkada kota Cirebon” pinta Adi Vivid

Kerawanan lainnya yaitu aksi terorisme. Seperti diketahui beberapa waktu lalu Densus 88 menangkap Amir atau pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). “Penangkapan ini harus diwaspadai. Tidak menutup kemungkinan mereka akan melakukan aksi balas dendam saat pelaksaan pilkada di Kota Cirebon," pungkas Kapolres Ciko ini.

Pelaksanaan apel gelar pasukan serentak di lakukan di seluruh Indonesia terutama  daerah yang menggelar pilkada tahun ini. Polres Cirebon Kota menurunkan 700 personil mereka untuk pengamanan pilkada tahun ini namun masih dibantu dengan petugas keamanan dari instansi lainnya.(E01)





Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...