Minggu, 14 Januari 2018

Alisa Wahid Hadiri Sewindu Gusdur Di Cirebon

E-News Indonesia - Sewindu Gusdur di peringati oleh ISIF, PELITA, Komunitas GUSDURIAN Cirebon , DAN FAHMINA INSTITUT dilaksanakan di kampus ISIF Jalan Swasembada Majasem Cirebon, Jum'at malam 12/1-2018.

Acara tersebut di isi dengan kegiatan pelatihan pembuatan shot movie untuk toleransi dan perdamaian dan media sosial serta pengenalan Gusdur, yang di ikuti oleh kalangan mahasiswa dan santri yang ada di Cirebon.


Acara tersebut di hadiri oleh putri gusdur Alisa wahid dan beberapa tokoh sahabat Gusdur seperti KH.Husein Muhammad dan KH.Syakur yasin. Dan Dr. Rumadi Ahmad PBNU, KH.Wawan Arwani dan KH.Aziz PCNU Cirebon.

Alisah mengatakan dalam pidatonya mengatakan, tidak terasa 8 tahun berlalu rasanya baru kemarin tgl 30 Desember 2009  kita mengebumikan jenazah beliau di tempat kelahiran beliau di jombang.


"Saya sempat menangis sejenak namun dalam benak saya berfikir untuk terahir kalinya memberikan pelayanan terbaik bagi ayah. Itu rupanya sudah sewindu yang lalu serasa baru kemaren," jelasnya


Menurut Alisa bagi mereka nama Gusdur masih ada dan masih ada yang membicarakannya, kalau istilah anak Zaman Now masih trending topik.


"Kata anak zaman now masih jadi trending topik. Mengapa demikian? Karena figur Gusdur tetap hadir dalam keseharian bangsa ini. Barang kali itu karena cintanya yang terlalu berlebihan pada bangsa ini, yang membuatnya melekat bahkan jasadnya sudah di kebumikan," lanjut Alisa


Pada saat orang berebut kekuasaan Nama gusdur di sebut, saat kebijakan kebijakan para pemimpin dan keputusan keputusannya hanya mempertahankan kedusukannya nama gusdur di sebut juga, saat DPR nakal nama Gusdur di sebut lagi, saat kaum minoritas di dzolimi nama Gusdur muncul,  saat umat Agama agama kelimpungan karena prasangka atas nama tuhan behamburan, nama Gusdur pun kembali tersebut.


Jejaknya masih terasa sampai ucapan dan tindakannya jistru semakin bermakna untuk saat ini banyak kata kata terlontar "oooo gitu to maksud gusdur, oooo pantesan gusdur begitu, banyak ceritanya. Betul kata orang bijak yang tertinggal dari pemakaman hanyalah jasa. Sosok suri tauladan seorang pemimpin akan pulang bersama peziarah, dan tetap hidup sebagai inspirasi, di zaman yang penuh kobaran dan kebencian, penuh rasa saling curiga, penuh perebutan kekuasaan,  penuh sikap benar sendiri kita jadi teringat kepada almaghfurlah Gusdur. Malam ini kita mengingat gusdur, para gurunya dan para pendahulunya. 


"Kita berkumpul di sini untuk berdoa dan mengambil sekelumit teladan , zuhudnya dari gemerlapnya kekuasaan dan materi dan semoga kita dapat meneladani kerndahan hatinya dalam memandang sesama manusia yang setara di hadapan Allah sang pencipta," jelas Alisa


Menurut Habib Hasyim selaku ketua panitia Haul sewindu Gusdur, tujuan dari acara ini adalah mendoakan almarhum Gusdur dan mengenalkan kepada generasi muda tentang sosok gusdur dan mengambil teladan dari perjuangan beliau tentang kemanusiaan dan kecintaan terhadap Bangsa Indonesia.


"Acara ini untuk mendo'akan beliau, serata memperkenalkan kepada generasi muda siapa sosok Gusdur," ungkap Hasyim.(E03)

Utama

Silaturahmi Paslon Sholawat ke Ponpes Al-Zaytun

Indramayu - Paslon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Sholihin Ratnawati (Sholawat) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Zaytun Senin, 27 Se...