Kamis, 14 Desember 2017

Turki dan Rusia Anggap Trump Kacaukan Timur Tengah

E-News Indonesia - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan mitra setaranya dari Rusia Vladimir Putin, pada Senin (11/12) memperingatkan bahwa langkah AS di Yerusalem telah mengacaukan stabilitas Timur Tengah dan tidak akan membantu menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Berbicara dalam konferensi pers bersama usai pertemuannya dengan Putin, Erdogan mengkritik Israel karena memanfaatkan langkah AS mengenai Yerusalem sebagai "sebuah kesempatan untuk meningkatkan penindasan dan kekerasan terhadap warga Palestina."

"Mustahil siapa pun yang memiliki hati nurani, moralitas, atau kehormatan akan mengabaikan pembunuhan itu," tutur pemimpin Turki tersebut

Erdogan rupanya mengacu pada kematian dua warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel dalam bentrokan akhir pekan lalu di wilayah Palestina. Peristiwa tersebut terjadi kala warga Palestina melakukan demonstrasi melawan pendudukan Israel dan keputusan Presiden AS Donald Trump minggu lalu, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Erdogan menambahkan, Turki dan Rusia memiliki pandangan yang sama mengenai keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan akan terus menjalin kerja sama mengenai isu ini.

"Kita telah melihat pendekatan yang sama terhadap langkah AS mengenai Yerusalem. Kedua negara sepakat untuk melanjutkan kontak dalam hal ini," kata Erdogan

Sementara itu, Putin mengatakan bahwa keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak membantu menyelesaikan konflik Israel-Palestina, dan mengacaukan situasi di Timur Tengah.

"Status Yerusalem harus diselesaikan dengan kontak langsung antara Israel dan Palestina," ujar Putin.

Erdogan mengatakan, sebagai ketua Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Turki telah mengundang para pemimpin Islam untuk mengadakan pertemuan puncak di Istanbul.

"Saya yakin kita akan menyampaikan pesan yang sangat kuat dari sana,"tuturnya

KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam ahirnya terlaksana di Istambul Turki. Semua Pemimpin Negara Islam mengahadirinya termasuk Presiden Republik Indonesi Joko Widodo.

Para pemimpin negara mayoritas Muslim hari Rabu (13/12) bertemu di Istanbul, Turki dan mengecam keras keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, adalah sebuah kejahatan. 

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo ketika bertemu di KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang diadakan di Istanbul, Turki, hari Rabu (13/12).


KTT OKI  mengeluarkan pernyataan yang mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump soal Yerusalem yang menjadi Ibukota Israel.(sumber berita VOA Indonesia)

Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...