Jumat, 22 Desember 2017

Financial Pinalti Bagi Pelanggar Smelter

E-News Indonesis - Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR dalam waktu dekat akan inspeksi mendadak (Sidak) untuk melihat langsung proses pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) sejumlah perusahaan pertambangan. Pemerintah juga akan mengenakan sanksi bagi perusahaan yang tidak memenuhi tahapan pembangunan smelter.


Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR E Herman Khaeron, masih banyak perusahaan yang belum memperlihatkan progres signifikan dalam pembangunan smelter. Bahkan, ada tujuh perusahaan yang sama sekali belum memulai pembangunan, sedangkan kegiatan ekspor telah berjalan.
Pemerintah dan DPR juga, kata politisi Demokrat ini, sudah memutuskan untuk memberikan sanksi berupa financial pinalty bagi perusahaan yang progres pembangunan smelter tidak sesuai ketentuan.
“Sanksinya masih dibuatkan aturannya dan sudah diputuskan bersama pemerintah untuk memberikan sanksi financial pinalty bagi yang tidak sesuai progresnya. Mengenai besaran sanksinya belum diputuskan,” kata Herman.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono membeberkan pihaknya akan memberikan sejumlah saksi bagi penerima kuota ekspor yang tidak menyelesaikan pembangunan smelter sesuai dengan rencana detail yang telah diserahkan kepada Dirjen Minerba.
“Kalau nggak mencapai 90 persen dari rencana per 6 bulan, rekomendasinya dicabut,” ujarnya.
Bila perusahaan pemegang rekomendasi tetap tidak membayar penalti, dikatakan Bambang, mereka akan diganjar sanksi tambahan berupa penghentian kegiatan sementara hingga pencabutan izin tambang.
“Pemerintah akan menyiapkan payung hukum baru yang membahas penalti tersebut. Hal ini mengingat dalam regulasi saat ini, sanksi bagi pengusaha yang tidak serius membangun smelter hanya berupa pencabutan rekomendasi ekspor,” ujarnya.(hermankhaeron.info)

Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...