Jumat, 27 November 2020

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT


Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg. 


Acara yang bertempat di rumah ketua DPAC Partai Perindo H. Khoedi Desa Gadingan kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. 


"Saya sebagai tuan rumah sangat berterimakasih kepada ibu Ratnawati yang sudah berkenan menyapa warga Gadingan. Kami siap memenangkannpasangan SHOLAWAT," tutur Khoedi




Pada kesempatan tersebut calon wakil Bupati dari paslon SHOLAWAT, dr. Ratnawati M. KKK mengajak masyarakat Gadingan untuk tetap menjaga protokol kesehatan untuk menghindari covid.


"Sekarang ini masyarakat wajib menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan. Sudah banyak warga Indramayu yang terkena virus tersebut," jelas dr. Ratna


“Jangan sampai nanti kalau kami menang, APBD tersedot untuk penanggulangan covid. Jafi kita wajib menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker untuk menghindari virus tersebut," lanjut dr. Ratna



Sementara itu ketua BARINDO Junaedi mengajak seluruh warga Gadingan untuk memilih Paslon nomer 1 pada pilkada tanggal 9 Desember 2020.


"Hanya sholawat yang memiliki visi dan misi yang jelas. Bukan hanya sekedar wacana namun sudah dibuktikan dengan pengadaan kartu sakti untuk petani & nelayan, wirausaha dan guru ngaji," jelas Junaedi


Kartu Sakti tersebut akan menjadi prigram utama dari SHOLAWAT jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Indramayu 2020-2025.



BARINDO merupakan barisan dari Partai Perindo. Sekalipun Perindo secara kepartaian tidak memberikan rekomendasi untuk SHOLAWAT namun anggota dan pengurusnya mendeklarasikan diri dan bergerak untuk memenangkan SHOLAWAT. 


"Kalau kita ingin perubahan dan Indramayu menjadi lebih baik mari kita ajak semua teman, tetangga dan saudara untuk memilih pasangan nomor 1. Ingat NGAJI tanggal sanga coblos nomer siji! " tukasnya

Kendati Galak Mamih Enny Menjadi Guru Yang Selalu Dirindukan Muridnya


Cirebon - Dra. SITI ROCHANI, M.M  biasa dipanggil Bu Enny alias Mamih Enny mendidikasikan dirinya sebagai pengajar selama 36 Tahun di SMA Negeri 4 Cirebon.


Wanita yang lahir, besar  dan menyelesaikan Pendidikan di Bandung ini dikenal sebagai guru yang galak. Namun dibalik sikap tegas dan galaknya Mamih Enny sangat menyanyangi anak didiknya bahkan kerap memberi perhatian lebih layaknya seperti ibu kepada anak kandungnya. 


Ia mulai bekerja sebagai PNS  tahun 1984 di SMAN4 Cirebon sd Purna Bakti per 1 -Oktober 2020 di sekolah yang sama.



"Sangat banyak Suka duka menjadi Pendidik selama 36 tahun. Tentunya banyak sukanya dan biarlah  duka disimpan dalam hati sendiri. Mamih akan sangat bangga manakala melihat anak didik kita bisa sukses baik dalam keluarga maupun dalamm karir," tutur Mamih Enny


Selama 36 tahun menjadi pendidik Mamih Enny merasa bersyukur banyak teman satu profesi dan ahirnya menjadi saudara baru baginya.



"Pada Hari Guru tahun ini sangat spesial buat saya karena sudah Purna Bakti menjadi seorang Pendidik, Pembimbing dan Pembina bagi peserta didik," jelasnya


"Harapan yang selalu ada dalam hati di Hari Guru Nasional, semoga Pendidikan lebih maju walau kendala musim Pandemi Covid 19.  Tetap menjadi seorang Pendidik yang kreatif, inovatif, serta tetap amanah," lanjut istri dari Iman Supriadi ini


Mamih Enny berharap kepada para pendidik untuk menjadi GURU YANG HADIRNYA DITUNGGU ...HILANGNYA DIRINDU ..ILMUNYA DIBURU ...DAN NASEHATNYA DISERU. 



Sampai sekarang mamih Enny menjalin silaturahmi dgn teman-teman guru dan alumni dari thn 1984 sd sekarang.


Dirinya mulai kerja setelah lulus dari IKIP Bandung Jurusan Management  S-1 tahun 1983 sebagai guru  Honor di SMA Swadaya Bandung dan SMEA Kiansantang Bandung 1 thn . Langsung jadi PNS tahun 1984 di SMAN 4 kota Cirebon.


Kedekatan mamih Enny dengan anak didiknya membuat dirinya selalu diingat dan pada hari guru beberapa mantan anak didiknya masih mengucapkan selamat hari guru secara pribadi.



Salah satu ucapan selamat hari guru datang dari Vanny melalui WA pribadi mamih Enny.


"Selamat hari guru Ibu Enny Siti Rochani tersayang... Ibu guru yang tegas, berprinsip, tetapi penuh kasih sayang..siswa2 tetap bisa bermanjah.. Barakallah..Insya Allah luhur ilmunya..telah mendidik siswa siswi SMAN 4 Cirebon hingga menjadi orang-orang yang sukses dan berguna 🙏🥰"


Begitupun salah satu alumni tahun 1994 Virgina 'Virry' Nainggolan yang sebenarnya tidak diajar langsung namun menjadi binaan Mamih Enny dalam ekskul Paskibara.


" Selamat Hari Guru untuk semua guru di Indonesia. Nah kebetulan punya foto berdua (des 2019) dgn salah satu guru favorit nih galak teges tapi bisa deket dgn siswa-siswanya," tutur Virry





"Selamat Hari Guru mamih Enny Siti Rochani.. Guru pendamping paskibra masa SMA thn 1991 tetapi sejak itu kami dekat. Sampai sekarang jauh dimata dekat dihati ya mih. Ga pernah diajar beliau dikarenakan Virry anak Fisika ya mihS. Sehat-sehat selalu mamih sayang," lanjut istri Armand Mel Hukom ini


Virry juga merasa salut kepada Mamih Enny yang selama 36 tahun tidak pindah sekolah. Hanya di SM A negeri 4 Cirebon sampai dengan pensiun.


"Kebayang kan kerja selama 36 tahun hanya di satu tempat. Saya aja beberapa kali pindah kerja dan alih profesi," ungkapnya


Apalagi yang dididik adalah anak SMA yang sedang mencari jatidirinya. "Mengajar anak usia SMA tentunya membutuhkan kesabaran yang ekstra. Mamih ini sebenarnya bukan galak tapi tegas menegakan aturan sekolah. Penerapan disiplin seperti itu sangat bermanfaat bagi anak-anak saat mengatungi kehiduan pasca sekolah. Pokoknya Mamih terbaik bagi saya," pungkasnya



Kamis, 12 November 2020

PP Muhammadiyah Apresiasi Partai Demokrat Yang Terus Bangun Komunikasi dan Dengarkan Suara Rakyat




Jakarta : Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali melanjutkan silaturahmi politiknya. Setelah sebelumnya mengunjungi PBNU dan MUI pada bulan Juni dan Juli 2020 lalu, kali ini Ketum AHY bersilaturahmi dengan para Pengurus Pusat Muhammadiyah di Gedung PP Muhammadiyah Jl. Menteng Raya No.9 Jakarta Pusat, Kamis (12/11) siang. 


Disambut Abdul Rahim Gazali Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah serta Andi Nurpati, Ketum AHY langsung menuju ruang pertemuan. Selama lebih kurang satu jam, Ketum AHY melakukan pertemuan secara tertutup dengan Prof. Abdul Muti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dan secara virtual bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir yang sedang berada di Yogyakarta. 


Usai pertemuan, Ketum AHY menyampaikan bahwa silahturahmi berjalan dengan sangat baik dan memberikan semangat untuk kedua belah pihak. “Alhamdulillah tadi diskusi dan silaturahimnya berjalan dengan sangat baik, penuh dengan kekeluargaan, dan sangat memberikan semangat bagi kami berdua, baik Partai Demokrat maupun bagi PP Muhammadiyah. Mengapa baru sekarang dilaksanakan silaturahmi ini karena memang sejak awal tentunya saya ingin segera berkunjung ke PP Muhammadiyah, tetapi memang kami memahami karena kondisi covid yang tidak mudah bagi kita semua,” tutur AHY kepada rekan-rekan media yang hadir.


Ketum AHY juga menyampaikan bahwa ada kesamaan visi, misi, dan perjuangan antara Pertai Demokrat dan PP Muhammadiyah. “Seperti teman-teman ketahui bahwa Partai Demokrat dalam berbagai hal memiliki kesamaan visi, misi dan perjuangan dengan PP Muhammadiyah. Misalnya dalam menolak RUU HIP, dan yang terakhir tentunya yang sangat viral itu tentang menolak RUU Ciptaker. Bukan tanpa tujuan, bukan tanpa alasan tetapi karena kami merasa ada hal-hal yang belum dituntaskan. Artinya masih menyisakan banyak permasalahan bagi masyarakat, termasuk kaum buruh, para pekerja, dan masyarakat lainnya,” jelasnya.


“Kita ingin jika ada keputusan, kebijakan-kebijakan yang menyangkut rakyat, dan masa depan rakyat kita semua, maka seyogyanya segala proses legislasi itu dilakukan dengan seksama, dengan cermat, secara inklusif melibatkan semua elemen yang menjadi bagian dari kebijakan atas undang-undangan yang disahkan tersebut,” kata AHY.



“Walaupun suara kami kalah di parlemen, tetapi tidak menghentikan kami untuk terus menyuarakan suara rakyat. Kami tidak kecil hati, kami ingin terus bersama rakyat. Itu lah semangat dan perjuangan Partai Demokrat dan tadi juga diamini oleh pimpinan dan keluarga besar Muhammadiyah, bahwa memang ke depan terutama di masa yang sulit ini segogyanya kita para elit politik, para tokoh masyarakat termasuk ormas lebih dekat lagi dengan masyarakat. Dengarkan jeritan suara mereka dan sebisa mungkin bisa menjadi solusi dari masalah yang ada,” tambah AHY.


Prof. Abdul Muti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah pun sangat mengapresiasi komitmen Partai Demokrat yang terus membangun komunikasi dan mendengarkan suara rakyat.

“Ya tadi diskusi berlangsung dengan sangat akrab, sangat hangat, dan banyak hal secara konstruktif kita bicarakan untuk membangun sinergi antara kekuatan partai politik dan kekuatan masyarakat sipil. Ada banyak hal yang kita bicarakan, tadi Mas AHY juga sudah menyampaikan bagaimana agar kita dapat bersama-sama menyelesaikan permasalahan bangsa secara bersinergi,” tutur Abdul.


“Sinergi inilah yang terus kita bangun ke depan. Dan kami sangat mengapresiasi  komitmen Partai Demokrat yang terus membangun komunikasi dan mendengarkan suara rakyat. Ini menjadi bagian dari kebersamaan kita, membangun Indonesia sebagai rumah kita bersama,” tutupnya kepada rekan-rekan media.


Turut mendampingi Ketum AHY dalam pertemuan antara lain, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio, Wasekjend Partai Demokrat Agust Jovan Latuconsina, Direktur Eksekutif Partai Demokrat Sigit Raditya, Kepala Departemen VIII Agama dan Sosial Munawar Fuad, dan Kepala Badan Pembinaan Jaringan Konstituen Zulfikar Hamonangan.

Minggu, 08 November 2020

Pasangan Sholawat Sebar Santri Milenial Sapa Warga


Indramayu - Setelah relawan ‘Pasukan Ketu’ bergerak dari kampung ke kampung untuk menyapa warga dengan meminta ijin pasang stiker dari rumah ke rumah, kini giliran Pasukan Santri Milenial melakukan aksi yang kurang lebih sama. Mereka akan bergerak secara bergerombol dengan tiga kelompok menyebar ke semua Dapil yang padat penduduk.

Relawan dengan atribut unik dan menarik ini, yakni berpeci dan bersarung dengan seragam kaos warna biru bertuliskan Sholawat ini, dilepas secara resmi oleh pasangan Sholawat, Solihin-Ratnawati, masing-masing sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati,  di kampung Rawa Dalem Sukaurip, Kecamatan Balongan, Minggu (8/11).

Cabub Ratnawati  mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan berbagai elemen rakyat Indramayu kepada pasangan Sholawat nomor urut 1. Setelah sebelumnya para petani, para buruh, nelayan, tukang becak, juru parkir, majelis taklim dan lain-lain, mendeklarasikan dukungannya, kini perwakilan santri milenial menyatakan dukungan serupa dalam bentuk kesiapannya menjadi relawan untuk melakukan door to door menyapa warga.

Kepada para relawan, Ratnawati yang dikenal sebagai dokter teladan ini mengingatkan, agar pada saat turun ke masyarakat nanti, terutama saat mau menempel stiker dan melakukan persuasi, untuk selalu menjaga etika dan kesantunan dalam menyapa. 

“Kalian ini kan duta-duta kami yang akan menyapa warga mewakili pasangan Sholawat yang  punya keterbatasan waktu dan tenaga untuk bisa bertemu dengan seluruh warga Indramayu. Karena itu, jangan bikin rakyat tersinggung apalagi terluka gara-gara sikap tak santun dari kalian. Sapa dengan penuh kesopanan dan keikhlasan agar rakyat senang,” tegasnya.

Cabub yang diusung Partai Demokrat, PKB, PKS , Hanura dan PPP ini juga menyinggung soal aksi perusakan ratusan atribut kampanye pasangan Sholawat, khususnya di wilayah Karang Ampel. 

“Biarlah mereka merusak atribut kita, karena mereka tahu kita akan menang. Yang penting, tidak merusak perasaan dan hati rakyat. Dan kami dari Sholawat ingin membuat rakyat senang dengan aneka program yang sudah kami siapkan,” ungkapnya.

Kalau soal atribut, kata Ratnawati,  hari ini dirusak seratus buah,  insya allah akan tumbuh seribu buah. “Yang jelas, dengan perusakan atribut kita itu, dukungan warga makin mengalir. Mereka menyampaikan simpatinya, karena tidak membalasnya dengan aksi serupa. Yang pasti,  perusakan itu, tak akan menghentikan dukungan rakyat yang terus menguat,” tegasnya.

Sementara itu, cabub Sholihin yang juga ikut melepas secara resmi, menyampaikan ucapan terima kasih. “Terimakasih kepada semua relawan, khususnya ade-ade milenial mahasiswa yang juga santri atas kesediaannya menjadi relawan Sholawat.  Alhamdulillah, kebetulan saya juga dulu pernah mondok dan menjadi santri. Jadi kebangetan kalau santri tidak mendukung santri,” katanya berseloroh. 

Menurut Sholihin, dengan adanya dukungan para santri, termasuk ratusan warga yang hadir, membuat dirinya merasa dapat tambahan energi baru. Dan ini, kata dia, semakin membuat dirinya yakin bahwa mayoritas warga  Indramayu ingin ada perubahan dengan tampilnya pemimpin baru, yaitu pasangan Sholawat.



Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...